SUARABAHANA.COM — Konferensi tahunan International Tin Association (ITA), Asia Tin Week, tahun ini berlangsung di Shanghai pada tanggal 6-8 November 2024.

Konferensi ini dihadiri oleh para pemimpin industri timah global, trader dari berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk membahas isu-isu penting seperti tren pasar, dampak teknologi, pembangunan berkelanjutan, dan restrukturisasi rantai pasokan global.

PT TIMAH Tbk, diwakili oleh Direktur Pengembangan Usaha, Dicky Octa Zahriadi, hadir sebagai pembicara dalam sesi “in conversation with CEOs” bersama dengan pimpinan perusahaan timah lainnya. Diskusi berfokus pada isu-isu strategis yang mempengaruhi industri timah dalam beberapa tahun mendatang.

1000202944
Sumber foto: timah.com

Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi topik utama yang dibahas. Bagaimana para pelaku industri menerapkan dan berkomitmen pada prinsip-prinsip ESG menjadi fokus diskusi.

Dunia internasional juga menyoroti Indonesia terkait dengan isu penambangan timah ilegal. Diskusi membahas kebijakan baru apa yang akan diambil pemerintah untuk mengatasi masalah penambangan ilegal, sehingga Indonesia dapat secara efektif menerapkan prinsip dan standar ESG di sektor pertambangan timah.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pengembangan Usaha PT TIMAH Tbk menyampaikan bahwa dengan pemerintahan dan presiden yang baru, PT TIMAH Tbk percaya bahwa pertambangan Timah di Indonesia akan semakin meningkatkan komitmennya terhadap keberlanjutan, terutama dalam penanganan tambang ilegal terkait dengan regulasi dan kebijakannya.

PT TIMAH Tbk menyatakan bahwa diperlukan bantuan dan dukungan dari pemerintah Indonesia serta transparansi rantai pasokan untuk memastikan bahwa seluruh produksi timah berasal dari sumber yang jelas dan bertanggung jawab sesuai dengan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG).

Sebelum sesi berakhir, diumumkan hasil polling dari para peserta konferensi terhadap proyeksi harga timah LME Cash tahun 2025. Sebanyak 52% responden optimis harga timah akan stabil di kisaran $30.000 – $36.000 per ton.

Acara Asia Tin Week 2024 ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi global dalam memajukan industri timah yang berkelanjutan. Harapannya, pelaku industri timah di seluruh dunia, termasuk Indonesia, dapat memperkuat komitmen mereka terhadap keberlanjutan, transparansi, dan inovasi teknologi.

Konferensi ini membahas isu-isu penting yang mempengaruhi industri timah global, seperti tren pasar, dampak teknologi, pembangunan berkelanjutan, dan restrukturisasi rantai pasokan.

PT TIMAH Tbk, sebagai salah satu pemain utama di industri timah Indonesia, hadir dalam konferensi ini dan menyampaikan pandangannya terkait komitmen perusahaan terhadap prinsip-prinsip ESG.

Dunia internasional menyoroti Indonesia terkait masalah penambangan timah ilegal, dan membahas kebijakan baru apa yang akan diambil pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut.

Konferensi ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi global dalam memajukan industri timah yang berkelanjutan, dengan harapan bahwa seluruh pemain industri, termasuk Indonesia, dapat memperkuat komitmen mereka terhadap keberlanjutan, transparansi, dan inovasi teknologi.

Sumber: timah.com