Gubernur Hidayat Harap KAGAMA Sumbang Pemikiran Inovatif untuk Babel
Ringkasan Berita:
- Gubernur Babel Hidayat Arsani berharap KAGAMA turut menyumbang pemikiran inovatif dan solusi berbasis ilmu untuk mempercepat pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
- Musda III KAGAMA Babel di Kantor Gubernur menetapkan Pj Sekda Babel, Fery Afriyanto, sebagai Ketua Pengda KAGAMA Babel periode 2025–2030.
- Pemerintah Babel mengajak KAGAMA memperkuat kolaborasi, merumuskan gagasan segar, dan menjadi mitra strategis dalam pembangunan ekonomi pasca-tambang, pariwisata, dan digitalisasi daerah.
SUARABAHANA.COM — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, berharap keberadaan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) di daerah ini dapat menjadi motor penggerak inovasi, sekaligus wadah pemikiran konstruktif bagi pembangunan daerah.
Harapan tersebut disampaikan melalui Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Babel, Yunan Helmi, dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) III Pengurus Daerah (Pengda) KAGAMA Babel di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel, Pangkalpinang, Minggu (26/10/2025).

Musda yang dihadiri puluhan anggota KAGAMA Babel tersebut berlangsung penuh semangat kebersamaan dan intelektualitas. Agenda lima tahunan ini menjadi momentum penting bagi alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bangka Belitung untuk memperkuat peran mereka dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya yang dibacakan Yunan Helmi, Gubernur Hidayat menegaskan bahwa KAGAMA bukan sekadar wadah alumni, melainkan komunitas para pemikir, profesional, dan praktisi terbaik bangsa yang dirajut oleh ikatan almamater dan semangat pengabdian.
“Di pundak para alumnus UGM-lah kita menitipkan banyak harapan. Harapan untuk menyumbangkan pemikiran kritis, inovasi, dan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi percepatan pembangunan di Babel,” ujar Hidayat.
Ia menambahkan, kehadiran KAGAMA memiliki arti strategis, terutama dalam menghadapi kompleksitas tantangan masa depan. Mulai dari transisi ekonomi pasca-tambang, penguatan sektor pariwisata dan kelautan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga adaptasi terhadap percepatan transformasi digital.
“Untuk menjawab semua tantangan ini, kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi antara Pemerintah Daerah dengan elemen masyarakat, terutama komunitas cendekia seperti KAGAMA, adalah keharusan,” lanjutnya.
Tiga Agenda Strategis KAGAMA Babel
Lebih jauh, Hidayat menilai Musda III KAGAMA Babel bukan hanya forum seremonial, melainkan ruang strategis untuk memperkuat peran KAGAMA dalam pembangunan daerah. Ia menyoroti tiga agenda penting yang diharapkan dapat dihasilkan melalui Musda kali ini, yakni:
- Merajut sinergi yang lebih erat antara KAGAMA dengan Pemerintah Daerah.
- Menyusun gagasan-gagasan segar dan konstruktif untuk kemajuan Bangka Belitung.
- Memperkuat peran KAGAMA sebagai think tank dan mitra strategis dalam berbagai bidang pembangunan.
“Dari forum yang penuh dengan insan-insan terpelajar ini, kami berharap lahir rekomendasi nyata yang dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan program yang membumi serta dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” harap Gubernur Hidayat.
Fery Afriyanto Pimpin KAGAMA Babel 2025–2030

Musda III KAGAMA Babel yang berlangsung satu hari penuh akhirnya menetapkan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, sebagai Ketua Pengda KAGAMA Babel periode 2025–2030.
Pemilihan berlangsung secara musyawarah mufakat, mencerminkan semangat kekeluargaan dan demokrasi yang menjadi ciri khas organisasi alumni UGM. Fery yang sebelumnya juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pemerintahan, diharapkan mampu membawa KAGAMA Babel menjadi organisasi yang lebih berkontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.
Dengan pengalaman birokrasi yang luas, Fery disebut memiliki kapasitas untuk menjembatani kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas akademik. Ia dinilai mampu memperkuat posisi KAGAMA sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis data, riset, dan kebutuhan masyarakat Bangka Belitung.
Kehadiran KAGAMA di Babel menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan pemerintahan. Dengan jaringan alumninya yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, perusahaan, hingga lembaga masyarakat, KAGAMA diharapkan dapat menjadi katalis inovasi daerah.
Musda kali ini juga mempertegas komitmen KAGAMA Babel untuk terus berperan aktif dalam menjawab isu-isu strategis daerah, seperti diversifikasi ekonomi pasca-tambang, pengembangan energi terbarukan, ketahanan pangan, serta pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan.
Sebagai organisasi alumni yang berakar kuat pada nilai-nilai keilmuan dan kebangsaan, KAGAMA Babel di bawah kepemimpinan baru diyakini akan semakin solid dalam mendukung visi pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menuju masyarakat maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi.


