Dana BOS 52 Sekolah Diaudit BPK, 4 Aspek Kena Catatan
- BPK RI Perwakilan Babel memeriksa fisik 52 sekolah di lima kabupaten/kota dan mencatat temuan kinerja dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), lengkap dengan rekomendasi perbaikan bagi pemerintah daerah.
- Ada empat aspek yang menjadi temuan, yakni perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan, pembinaan dan pengawasan, serta pelaporan dan pertanggungjawaban. Pemeriksaan fisik berlangsung selama 30 hari kerja.
- Inspektur Daerah Imam Kusnadi menegaskan Inspektorat Daerah dan dinas terkait wajib menindaklanjuti temuan setelah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) resmi diserahkan.
SUARABAHANA.COM – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat temuan kinerja pada empat aspek pengelolaan Dana BOS setelah memeriksa fisik 52 sekolah yang tersebar di lima kabupaten/kota.
Ketua Tim Pemeriksa BPK, Yolanda, menyampaikan hasil itu dalam Rapat Exit Meeting Pengawasan BPK terkait Dana BOS Pendidikan di Ruang Rapat APIP Inspektorat Daerah, Rabu (30/9/2026). Pemeriksaan fisik tersebut memakan waktu 30 hari kerja.
“Terdapat empat aspek yang menjadi temuan kinerja, yakni pada Kegiatan Perencanaan dan Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan, Pembinaan dan Pengawasan, serta Pelaporan dan Pertanggungjawaban,” ungkap Yolanda.
Menanggapi temuan itu, Inspektur Daerah Babel, Imam Kusnadi, menegaskan pemerintah daerah dan dinas terkait tidak boleh mengabaikan catatan BPK. Ia mengingatkan, tindak lanjut atas temuan audit merupakan amanat regulasi.
“Temuan ini diwajibkan oleh undang-undang untuk ditindaklanjuti oleh kepala daerah dan kepala dinas terkait dalam kurun waktu yang ditentukan, setelah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) resmi diserahkan,” tegas Imam.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Plt. Kepala Dinas Pendidikan Babel, Yudi Suhasri, beserta tim.
Kehadiran Yudi dalam Exit Meeting ini menjadi sinyal komitmen pemerintah daerah untuk segera berbenah. Perbaikan menyeluruh pada empat aspek kinerja tersebut diharapkan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas penggunaan Dana BOS demi kualitas pendidikan di Bangka Belitung.
(Humas ITDA)










