Festival Junjung Besaoh 2026 Dibuka di Tengah Duka Serdang, Sekda: Budaya Bukan Seremoni
Gotong Royong di Tengah Musibah
Sekda Hefi mengingatkan bahwa semangat Junjung Besaoh tidak hanya diwujudkan lewat perayaan dan kegiatan budaya, tetapi juga lewat kepedulian dan kemanusiaan, terutama ketika warga menghadapi kesulitan. Menurutnya, masyarakat Bangka Selatan adalah satu keluarga besar yang harus saling menguatkan.
Ia juga mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah musim kemarau. Masyarakat diminta tidak membakar hutan, lahan, kebun, maupun sampah sembarangan, serta segera melapor bila menemukan tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Sekda Hefi mengajak seluruh masyarakat menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, kelestarian lingkungan menentukan keselamatan dan keberlangsungan hidup generasi mendatang di Bumi Junjung Besaoh.
Budaya Bukan Sekadar Seremoni
Dalam sambutannya, Sekda menyebut perjalanan 318 tahun Kota Toboali bukan sekadar hitungan usia, melainkan menyimpan sejarah panjang, perjuangan, nilai kehidupan, dan tradisi yang diwariskan lintas generasi. Kemajuan daerah, kata dia, harus berjalan seiring upaya menjaga identitas.
“Tema ini mengandung pesan yang sangat mendalam. Kita diajak untuk terus merajut sejarah sebagai jati diri, merawat tradisi sebagai warisan leluhur, dan menjaga budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.









