Ia menegaskan, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan nilai-nilai pembentuk jati diri. Toboali diharapkan semakin maju dan sejahtera tanpa kehilangan adat istiadat, bahasa, seni, kuliner, dan kearifan lokal.

Sekda berharap Festival Junjung Besaoh tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama menjaga kebudayaan, memperkuat persaudaraan, mengembangkan pariwisata berbasis budaya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui festival ini, Pemkab Bangka Selatan membuka ruang perjumpaan antara sejarah, tradisi, dan masyarakat, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda, wisatawan, dan masyarakat luas. Nilai besaoh diharapkan terus hidup.

Tari, Kuliner, dan Peluang UMKM

Rangkaian pembukaan menampilkan Tari Gajah Manunggang dan Tari Tigel. Keduanya mencerminkan identitas masyarakat Bangka Selatan serta telah tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal, sehingga memiliki nilai sejarah yang layak dijaga dan dikenalkan.

Bangka Selatan juga kaya kuliner khas seperti lempah kuning habang, mi kuah ikan, kue badak, dan bolu kuci. Kekayaan ini dinilai berpotensi menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM.