Kadek menyebut keberadaan Lapas Toboali merupakan kebutuhan mendesak untuk menunjang integrated criminal justice system atau sistem peradilan pidana terpadu. Pasalnya, Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri sudah siap beroperasi penuh di wilayah tersebut.

“Harapannya tentu kami dari pusat ini segera bisa dilanjutkan. Karena informasi dari Ibu Wakil Bupati, Pengadilan Negeri sudah siap, kejaksaan sudah siap, tentunya tinggal lembaga pemasyarakatan ini menjadi prioritas kami untuk segera diselesaikan,” kata Kadek.

Soal kondisi bangunan, Kadek menilai secara struktur fisik masih cukup kokoh. Lahannya pun sangat siap diteruskan, meski memerlukan pembersihan kembali setelah beberapa tahun pembangunannya tidak dilanjutkan.

Kondisi tersebut menjadi modal awal bagi Ditjenpas untuk mempercepat pekerjaan begitu anggaran tersedia. Targetnya bukan penyelesaian penuh, melainkan standar minimal operasional agar lapas bisa lebih dulu dipakai sebelum tahap berikutnya dilanjutkan.

Dari sisi daerah, Pemkab Bangka Selatan sebelumnya menyatakan siap mendukung akses jalan masuk, jaringan listrik, rumah dinas, serta lahan untuk layanan Bapas di sekitar kawasan lapas.